Free Web Hosting  


Cara Menjernihkan Air Tanpa Bahan Kimia

Air merupakan elemen penting yang sangat dibutuhkan seluruh mahluk hidup termasuk manusia. Kebutuhan akan air tidak hanya dari segi kuantitas saja, tapi juga kualitas. Konsumsi akan air yang bersih adalah suatu keharusan bagi manusia baik untuk keperluan minum, mandi, memasak, dan sebagainya.

Secara fisik, air bersih haruslah jernih, tidak berwarna, tawar tidak berbau, suhu normal, dan tidak mengandung padatan yang terlarut. Secara kimiawi, air bersih harus memiliki derajat keasaman (pH) netral serta tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), ion-ion logam dan bahan organik lainnya. Sedangkan dari segi biologis, air bersih sebaiknya tidak mengandung bakteri penyebab penyakit (patogen) dan bakteri non patogen

Air kotor dapat mengakibatkan berbagi penyakit bagi manusia. Penyakit kulit, diare, dan sebagainya akan menyerang manusia yang mengkonsumsi atau menggunakan air kotor. Oleh sebab itulah, air bersih sangat dibtuhkan oleh manusia.

Tahapan penjernihan air kotor adalah pengendapan dan penyaringan. Media penyaringan tanpa bahan kimia yang biasa digunakan yaitu pasir, ijuk, kerikil dan arang batok. Pasir digunakan unutuk menyaring padatan. Ukuran pasir yang dipakai biasanya 0,2--0,8 mm. Jika sudah jenuh, pasir harus dibersihkan. Arang batok terbuat dari tempurung kelapa atau kayu yang dibakar hingga menjadi arang. Arang batok berguna untuk mengurangi warna dan bau. Jika air yang disaring sudah tidak jernih lagi, arang batok harus dicuci atau diganti.

Cara-cara penjernihan air tanpa bahan kimia

1. Bak Pengendap dan penyaring

Cara ini digunakan untuk sumber air terbuka. Ukuran bak tergantung dari volume air yang akan dialirkan. Air dialirkan ke bak pengendap lewat saluran bambu yang diujungnya diberi kawat kassa. air kemudian dialirkan ke dalam bak penyaring melalui parit yang berkelok-kelok dan bebatuan untuk mendapatkan kandungan oksigen dalam air. Jika parit tidak memungkinkan, dapat diganti dengan saluran bambu. Bak penyaring diisi dengan media penyaring seperti gambar dibawah ini.

Selanjutnya air jernih akan mengalir melalui saluran bambu ke bak penampungan air bersih. Untuk keperluan minum dan masak, air ini tetap harus dimasak untuk mematikan bibit penyakit.

2. Lumpang Batu

Letakkan lumpang batu didasar sungai dangkal yang kokoh dan tidak berarus deras. Air sungai akan tersaring karena pori-pori lumpang batu sangat kecil. Untuk mencegah air sungai yang kotor masuk ke dalam air jernih didalam lumpang, perlu dibuatkan tutup lumpang.

Untuk menjernihkan air sungai dengan mudah, buatlah lumpang batu dari batu cadas yang dibentuk seperti gambar disamping.

3. Arang batok

Bak penyaring dibuat sesuai gambar disamping. Letakkan pipa bambu yang kulit luarnya dikupas sehingga terlihat bagian dalamnya di dasar bak. Masukkan arang batok. Air kotor diharapkan tersaring pada pipa bambu dan arang batok sehingga keluarlah air yang bersih.

Apapun cara yang digunakan, hasilnya diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia yang sangat tergantung oleh air. Walaupun kita dapat membersihkan air kotor tapi, alangkah baiknya jika kita tetap memelihara lingkungan kita agar air tetap bersih dan dapat digunakan kapan saja.